Jumat, 23 November 2018

Regresi Data Panel dengan Eviews



Tahap-tahap dalam analisis regersi panel meliputi tahap uji asumsi klasik, tahap pemilihan model regresi panel dan tahap estimasi model regresi panel.
A.                Uji Asumsi Klasik Analisis Regresi Model
Uji asumsi yang terdapat dalam analisis regresi panel terdiri dari uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas dan uji autokorelasi.
(1)   Uji Normalitas
Uji normalitas dalam regresi data panel dapat dilakukan dengan melihat nilai probabilitas hasil uji normalitas residual hasil regresi. Apabila nilai probabilitas yang diperoleh > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa residual hasil regresi berdistribusi normal, sedangkan jika nilai probabilitas yang diperoleh < 0,05, maka disimpulkan bahwa residual hasil regresi tidak berdistribusi normal.


(2)   Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas dilakukan dengan melihat nilai VIF masing-masing variabel. Model regresi dinyatakan terbebas dari kasus multikolinearitas jika nilai VIF masing-masing variabel < 10.  
(3)   Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menggunakan uji White. Dalam pengujian ini model dinyatakan memuat heteroskedastisitas jika probabilitas Obs*R-squared  < 0,05, sedangkan jika probabilitas Obs*R-squared   > 0,05 maka dinyatakan model tidak memuat heteroskedastisitas. 
(4)   Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi dapat dilakukan dengan  menggunakan uji LM. Dalam pengujian ini, model regresi dinyatakan tidak memuat autokorelasi jika nilai probabilitas hasil pengujian > 0,05.

B.            Pemilihan Model Regresi
Dalam analisis regresi data panel, terdapat 3 pendekatan model regresi, yaitu Common Effect Model (Pooled Least Square), Fixed Effect Model (FE) dan Random Effect Model (RE). Untuk menentukan pendekatan model regresi terbaik yang sesuai dengan data penelitian harus dilakukan beberapa uji, yaitu uji Chow, uji Hausman dan Uji Lagrang Multiplier., uji Hausman digunakan untuk menentukan model terbaik di antara RE dan FE, sedangkan uji Lagrange Multiplier digunakan sebagai uji lanjutna jika tidak diperoleh kesimpulan yang konsisten dari uji chow dan uji hausman terkait model regresi yang tepat untuk data penelitian.
           (1)    Uji Chow
Uji Chow digunakan untuk menentukan model terbaik di antara model CE dan FE. Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ini adalah sebagai berikut :
Ho : Common Effect (PLS) merupakan pendekatan model terbaik
Ha : Fixed Effect (FE) merupakan pendekatan model terbaik
Pengujian dilakukan dengan melihat nilai probabilitas cross section F hasil pengujian, jika nilai probabilitas > 0,05 maka Ho diterima dan disimpulkan bahwa model PLS yang terbaik, sedangkan jika nilai probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak dan disimpulkan bahwa model FE yang terbaik.
(2)    Uji Hausman
Uji Hausman digunakan untuk menentukan model terbaik di antara model RE dan FE. Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ini adalah sebagai berikut:
Ho : Random Effect (RE) merupakan pendekatan model terbaik
Ha : Fixed Effect (FE) merupakan pendekatan model terbaik
Pengujian dilakukan dengan melihat nilai probabilitas Chi Square hasil pengujian, jika nilai probabilitas > 0,05 maka Ho diterima dan disimpulkan bahwa model RE yang terbaik, sedangkan jika nilai probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak dan disimpulkan bahwa model FE yang terbaik.Namun demikian, pengujian ini tidak dapat dilakukan karena jumlah cross section tidak lebih besar dari jumlah variabel bebas (cross section = kabupaten ).
Apabila hasil uji Chow dan Hausman telah menghasilkan kesimpulan yang konsisten maka uji Lagrange Multiplier tidak perlu dilakukan, selain itu oleh karena terpilih random effect maka tidak dipenuhinya asumsi normalitas dan autokorelasi dapat diabaikan.
C.            Hasil Analisis Regresi Model
Hasil analisis regresi panel meliputi hasil uji pengaruh parsial (uji t), hasil uji pengaruh simultan (uji F) dan perhitungan Koefisien Determinasi. 
     a.      Uji t
Dalam analisis regresi data panel, uji t digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat. Hipotesis pengujian yang digunakan dalam uji pasrial ini adalah sebagai berikut :
Ho : Variabel bebas tidak berpengaruh terhadap cost of debit
Ha : Variabel bebas berpengaruh terhadap cost of debit
Denga taraf signifikan 0,05 maka Ho ditolak jika nilai probabilitas < 0,05 dan Ho akan diterima jika nilai probabilitas > 0,05.
b.      Uji F
Uji pengaruh simultan dalam analisis regresi data panel digunakan untuk menguji pengaruh simultan variabel bebas terhadap variabel terikat. Dalam penelitian ini, hipotesis pengujian yang digunakan adalah sebagai berikut :
Ho : Variabel secara simultan tidak berpengaruh terhadap cost of debit
Ha : Variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap cost of debit
Dengan taraf signifikan 0,05 maka Ho siterima jika nilai signifikan hasil pengujian > 0,05 dan Ho ditolak jika nilai signifikan hasil pengujian < 0,05
c.       Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi dalam analisis regresi panel digunakan untuk mengetahui besar kontribusi yang diberikan variabel bebas terhadap variabel terikat.



Share This

Tidak ada komentar:

Jangan Bingung , Selesaikan Sekarang, kami siap membantu! !
Support by Jasa Blog

Hubungi Kami